DPC Purwokerto Tegaskan Pengukuhan DPP GMNI Sah Dilaksanakan di Bali

[Ketua DPC GMNI Purwokerto, Bung Resi Bumi saat bersama jajarannya]

Purwokerto | PressDemocracy.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Purwokerto menegaskan penolakan terhadap klaim sejumlah pihak yang menyatakan telah dilaksanakannya pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI di Jakarta. DPC GMNI Purwokerto menilai klaim tersebut tidak memiliki dasar organisatoris yang sah.

DPC GMNI Purwokerto menegaskan bahwa pengukuhan DPP GMNI telah secara resmi dilaksanakan dalam Agenda Pengukuhan dan Rekonsiliasi Nasional DPP GMNI pada tanggal 15–17 Desember 2025 di Denpasar, Bali. Agenda tersebut merupakan forum resmi penyatuan kembali DPP GMNI yang disepakati oleh unsur-unsur organisasi yang memiliki legitimasi struktural.

Ketua DPC GMNI Purwokerto, Bung Resi Bumi, menyampaikan bahwa pengukuhan DPP GMNI di Bali menjadi penanda berakhirnya konflik perpecahan yang berkepanjangan di tubuh organisasi.

“Pengukuhan DPP GMNI yang diselenggarakan di Bali merupakan akhir dari konflik perpecahan yang selama ini terjadi di tubuh DPP GMNI. Oleh karena itu, adanya pihak lain yang mengklaim pengukuhan DPP GMNI selain di Bali merupakan upaya yang berpotensi merusak semangat persatuan dalam tubuh GMNI,” ujarnya, Sabtu (17/01/2026).

DPC GMNI Purwokerto meyakini bahwa forum Rekonsiliasi Persatuan Nasional tersebut merupakan tonggak penting dalam menyatukan kembali seluruh elemen GMNI di tingkat pusat. Dengan telah terlaksananya agenda tersebut, tidak terdapat dasar organisatoris maupun kebutuhan struktural untuk kembali menggelar agenda pengukuhan DPP GMNI di tempat lain.

Lebih lanjut, Bung Resi Bumi menegaskan bahwa pengukuhan yang dilaksanakan dalam agenda rekonsiliasi nasional di Bali adalah satu-satunya pengukuhan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara organisasi.

“Kami meyakini bahwa DPP GMNI yang dikukuhkan dalam agenda rekonsiliasi pada bulan Desember lalu adalah sah secara organisatoris. Di luar itu, setiap agenda pengukuhan DPP GMNI tidak memiliki legitimasi dan berpotensi memunculkan kembali perpecahan di tubuh GMNI,” tambahnya.

Atas dasar tersebut, DPC GMNI Purwokerto mengajak seluruh kader GMNI di seluruh Indonesia untuk tetap berpegang teguh pada hasil Rekonsiliasi Persatuan Nasional serta menolak segala bentuk agenda yang berpotensi memecah belah organisasi.

“Kami mengimbau seluruh kader GMNI di seluruh Indonesia agar tidak mudah terprovokasi oleh agenda-agenda yang tidak memiliki legitimasi organisasi. Mari kita jaga persatuan, soliditas, dan marwah GMNI sebagai organisasi kader ideologis,” tutupnya.

Don`t copy text!