Kembali Dibuka, DPRD Jatim Menilai Bandara Jember dan Dhoho Siap Majukan Pariwisata

‎[Anggota Komisi D DPRD Jatim, Dewanti Rumpoko]

Surabaya | PressDemocracy.com – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, menyambut baik beroperasinya kembali Bandara Notohadinegoro Jember serta aktifnya Bandara Internasional Dhoho Kediri.

‎Sebelumnya, Bandara Jember sempat berhenti beroperasi. Demikian pula Bandara Dhoho Kediri, menurutnya rendahnya jumlah penumpang yang tidak sebanding dengan biaya operasional.

‎“Mudah-mudahan ini menjadi sesuatu yang positif. Kehadiran dua bandara ini diharapkan mampu memberi dampak besar bagi potensi wisata lokal,” ujarnya pada Senin (01/12/2025).

‎Mantan Wali Kota Batu dua periode itu menegaskan, keberadaan dua bandara tersebut dapat menunjang perekonomian masyarakat.

‎“Kalau dikelola dengan benar, saya yakin pertumbuhan ekonomi di sekitar bandara pasti meningkat. Industri, UMKM, hingga destinasi wisata akan bergerak,” tegasnya politisi asal PDI-Perjuangan.

‎Namun Dewanti mengingatkan, pentingnya menyediakan fasilitas pendukung bagi wisatawan. “Wisatawan atau tamu yang datang jangan sampai kesulitan. Harus ada transportasi yang siap, nyaman, dan terjangkau,” tandasnya.

‎Dari sisi teknis, ia menilai fasilitas kedua bandara tersebut sudah memadai. Saat ini Bandara Notohadinegoro Jember memiliki runway 1.645 x 30 meter, apron 68 × 96 meter, dan terminal seluas 920 m². Kemenhub juga telah menyiapkan rencana pengembangan runway menjadi 2.250 x 45 meter bahkan berpotensi diperpanjang hingga 2.500 meter agar dapat melayani pesawat berbadan besar.

‎Sementara itu, Bandara Internasional Dhoho Kediri dibangun sebagai megaproyek modern dengan runway 3.300 x 45 meter, terminal 18.000 m² berkapasitas awal 1,5 juta penumpang per tahun, serta apron yang mampu menampung hingga 12 pesawat narrow body dan 3 pesawat wide body.

‎“Bandara itu adalah pintu masuk. Namun tanpa jalan yang nyaman, shuttle, feeder, dan transportasi publik yang memadai, wisatawan hanya berhenti di pintunya saja,” ujarnya.

‎Karena itu, Dewanti mendorong pemerintah kabupaten/kota maupun pemprov selaku pemilik otoritas bandara segera menyiapkan trayek Damri, shuttle reguler dari pusat kota, serta jalur penghubung antar destinasi wisata agar pergerakan wisatawan menjadi lebih mudah.

Don`t copy text!