Untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak Bangsa, DPRD Surabaya Berharap Setiap PTS Kerjasama dengan Pemkot

[Dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes., Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya]

Surabaya | PressDemocracy.com – Ditengah polemik beasiswa pemuda tangguh yaitu program Pemkot Surabaya untuk beasiswa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta (PTN/PTS), anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo menegaskan bahwa sebenarnya PTS bisa untuk membiayai beasiswa.

“Dalam visi-misi PTS kan ada dasar sosialnya seperti CSR, jadi baca semua visi-visinya PTS pasti mereka punya ada dasar sosial, kemudian sosialnya itu dimana, tentu seharusnya untuk mahasiswa yang tidak mampu,” ujar dr. Michael Leksodimulyo di Surabaya, Senin (26/01/2026).

Contohnya, sambung politisi PSI Surabaya ini, salah satu PTS di kawasan MERR Surabaya dalam satu tahun itu bisa masuk sampai 10 mahasiswa dari keluarga miskin di Perguruan Tinggi Swasta.

“Bahkan sudah ada yang diwisuda hingga sudah selesai kuliahnya. Kalaupun mereka nanti mau lanjut kuliah lagi karena anak ini pandai dan kelak akan menjadi dosen misalnya,” ungkap dr. Michael.

Disamping itu, terkait pertemuan Rektor PTS di Surabaya yang tergabung dalam Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur dengan Walikota Eri Cahyadi, dr. Michael mengatakan infonya UKT di PTS standarnya tinggi. Sedangkan Walikota mintanya yang standar yaitu kisaran Rp2,5 juta per UKT, nah ini tergantung kebijakan dari masing-masing PTS.

dr. Michael Leksodimulyo juga mencontohkan BPJS Kesehatan dengan rumah sakit swasta seperti Husada Utama, Siloam dan Mitra Keluarga. Standar UGD-nya lebih tinggi harganya, tapi mereka bisa memakai standar BPJS di UGD.

Lebih jauh dr. Michael mengungkapkan, begitupun RS yang milik rumah sakit Pemkot Surabaya bisa disamakan, tentunya mereka berhitung dan sekiranya rugi mungkin tidak akan ambil.

“Tapi kalau masih ada keuntungan, margin dan profitnya masih masuk disitu, maka pasti dia ambil, saya pikir begitu juga dengan PTS. Jadi, ada yang namanya kita kembali ke visi-misi dari setiap Perguruan Tinggi Swasta disitu pasti ada kata-kata sosial,” ungkapnya.

Nah kalau bertepatan ada kata-kata sosial, tambah dr. Michael, maka inilah waktunya setiap Perguruan Tinggi Swasta untuk berkolaborasi dan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa.

“Jadi, kami lihat sebenarnya PTS itu mampu lah untuk berikan tambahan beasiswa ke mahasiswanya di program pemuda tangguh,” tandasnya.

Sementara itu Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Dr. Budi Endarto mengatakan, pemetaan keluarga miskin mulai Desil 1-5 yang dilakukan oleh Wali Kota Eri Cahyadi bagian dari terobosan berani. Karena menurutnya, selama ini di perguruan tinggi swasta banyak ditemukan mahasiswa yang masuk ke dalam kategori keluarga miskin dari Desil 1-5.

“Ini mungkin akan menjadi suatu gerakan yang revolusioner. Dan ternyata (keluarga miskin) melimpah di PTS,” tutup Ketua ABP-PTSI sekaligus Rektor Universitas Wijaya Putra tersebut.

Don`t copy text!