
Surabaya | PressDemocracy.com – Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau unit pelaksana teknis setingkat eselon III-a di bidang pengembangan dan pemasyarakatan bahasa dan sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berdasarkan sarana dan prasarana fisik gedung serta pegawai yang ada, usulan pendirian Balai Bahasa Surabaya disetujui oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 022/O/1999, tanggal 28 Januari 1999, tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Bahasa Surabaya. Peresmian berdirinya Balai Bahasa Surabaya dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional pada tanggal 17 Juni 2000.
1. Balai Bahasa dan Program Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur
Dikatakan oleh Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, bahwa Balai Bahasa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur memiliki tugas, yaitu melaksanakan pelindungan dan pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonesia di wilayah kerjanya.
“Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Permendikbudristek No. 47 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kelola Balai Bahasa dan Kantor Bahasa,” katanya saat berikan pemaparan, Rabu (17/12/2025).
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan pemetaan bahasa dan sastra daerah di wilayah kerjanya.
b. pelaksanaan inventarisasi kosakata dan karya sastra di wilayah kerjanya.
c. pelaksanaan konservasi dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah di wilayah kerjanya.
d. pelaksanaan pemasyarakatan bahasa Indonesia di wilayah kerjanya.
e. pelaksanaan fasilitasi pelindungan dan pemasyarakatan bahasa dan sastra daerah di wilayah kerjanya.
f. pemberian layanan kebahasaan dan kesastraan di wilayah kerjanya.
g. pelaksanaan kemitraan di bidang kebahasaan dan kesastraan.
h. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang kebahasaan dan kesastraan di wilayah kerjanya, dan
i. pelaksanaan urusan administrasi.
Susunan Organisasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur terdiri atas:
(a) Kepala.
(b) Sub bagian Umum, dan
(c) Kelompok Jabatan Fungsional.
Tugas Kepala Balai Bahasa adalah memimpin pelaksanaan pelindungan dan pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonesia di wilayah kerjanya yang melingkupi variabel berikut:
a) jumlah bahasa/dialek/subdialek yang terpetakan.
b) jumlah judul sastra yang terpetakan.
c) jumlah kosakata yang terinventarisasi.
d) jumlah judul karya sastra yang terinventarisasi dan terkodifikasi.
e) jumlah bahasa daerah yang terkonservasi.
f) jumlah sastra daerah yang terkonservasi.
g) jumlah revitalisasi bahasa dan sastra daerah.
h) jumlah pemasyarakatan bahasa Indonesia.
i) jumlah layanan fasilitasi pelindungan bahasa dan sastra daerah.
j) jumlah layanan fasilitasi pemasyarakatan bahasa dan sastra.
k) jumlah hasil layanan penerjemahan.
l) jumlah layanan bahasa Indonesia untuk penutur asing.
m) jumlah kemitraan, dan
n) sumber daya manusia teknis.
“Kepala Sub bagian Umum Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan, keuangan, kepegawaian, ketatalaksanaan, hubungan
masyarakat, persuratan dan kearsipan, barang milik negara, kerumahtanggaan, evaluasi, dan penyusunan laporan,” ucapnya.
2. Keberlanjutan Inovasi dan Prestasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur
Puji Retno Hardiningtyas mengatakan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur terus berusaha untuk mengembangkan diri melalui inovasi, baik dalam hal inovasi kelembagaan maupun pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah C. Dalam menghadapi era digitalisasi yang terus berkembang, setiap lembaga diharapkan untuk terus melakukan perbaikan dan mengikuti perkembangan zaman, termasuk Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.
“Dalam rangka memenuhi komitmen pelayanannya, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan beberapa perubahan dan inovasi berkelanjutan pada tahun 2022,” ujarnya.
“Pada tahun 2025 ini, demi keberlanjutan inovasi yang telah dilakukan sepanjang tahun 2022—2025, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur kembali melahirkan inovasi kelembagaan guna mendukung visi dan misi serta tugas dan fungsinya,” imbuhnya.
Adapun inovasi yang telah dikembangkan pada tahun 2025 ini berjumlah tujuh inovasi. Dari tujuh inovasi ini berupa inovasi pola kerja, penggunaan efektif media digital, dan inovasi yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan mitra kerja. Inovasi tahun 2025 ini bersifat internal dan eksternal.
Inovasi tersebut dapat dirincikan sebagai berikut:
1. Libas-T
2. Kasada Jatim
3. BIPALoka
4. Tularbasa
5. Kamus Video Koosaisyarat Bisindo
6. Siniar Bahasa dan Sastra (Sinibasa)
7. Cerita Digital Bahasa Isyarat dan Aksara Braille
3. Capaian Program Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur
Program-program yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur didasarkan pada empat program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu:
(1) peningkatan kecakapan literasi.
(2) pemartabatan Bahasa Indonesia.
(3) pelindungan bahasa dan sastra daerah, dan
(4) internasionalisasi Bahasa Indonesia.
Dalam melaksanakan program tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur membagi tugas dalam model tim kerja kerja, yaitu Tim Kerja Pelindungan, Tim Kerja Pengembangan dan Tim Kerja Pembinaan.
Berikut capaian program per tim kerja:
A. Tim Kerja Pelindungan
Dalam pencapaian Tim Kerja Pelindungan, Puji Retno Hardiningtyas mengatakan bahwa hasil capaian kinerja pada Tim Kerja Pelindungan adalah sebanyak 302 guru utama pada PK Pimpinan. Sementara itu, guru terimbas berjumlah 15.370 orang, siswa terimbas 45.591 orang, pegiat bahasa/seniman/sastrawan 258 orang, perwakilan pemda 17 orang, fasilitator/dosen/akademisi 41 orang, komunitas sastra/penggerak literasi 140, penampil FTBI 140, penonton FTBI 5.868 (https://regbahasasastra.kemendikdasmen.go.id/linmod.php).
“Pencapaian ini didukung oleh kegiatan Rapat Koordinasi Antarinstansi dan Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Model Pembelajaran Bahasa Daerah Madura dan Jawa dialek Osing, serta Rakor Bahasa Jawa Standar yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri atas kepala dinas pendidikan 10 kabupaten/kota, kepala bidang SD, SMP, Kebudayaan sepuluh kabupaten kota, komunitas sastra, sastrawan, guru master, budayawan yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.
Kegiatan Bimbingan Teknis Guru Master dalam Rangka Revitalisasi Bahasa Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 juga melibatkan 302 guru master dari 9 kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Sidoarjo, Gresik) dan satu kota (Surabaya). Kontingen FTBI Provinsi Jawa Timur berjumlah 140 peserta dan 100 guru pendamping. Pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah dilaksanakan di 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Timur.
“Pada tahun ini, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur juga menyelenggarakan Kemah Penulisan Cerpen Berbahasa Daerah Tunas Bahasa Ibu (Kemah Cerpen) pada tanggal 9—11 November 2025 di Surabaya. Tujuan kegiatan ini adalah melatih siswa secara intensif untuk menulis cerpen dalam bahasa daerah. Pesertanya merupakan pemenang FTBI. Kegiatan ini melibatkan 28 siswa SD dan SMP dan 14 guru pendamping,” jelasnya.
“Termasuk sebanyak 21 cerpen berbahasa Madura, 17 cerpen berbahasa Jawa, dan 8 cerpen berbahasa Jawa dialek Using dihasilkan dari kegiatan ini. Semua karya tersebut akan dihimpun dalam bentuk Antologi Cerpen Berbahasa Daerah,” tambahnya.
B. Tim Kerja Pengembangan
Tim Kerja Pembinaan meliputi dua tim kerja, yaitu:
(1) Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan.
(2) Tim Kerja BIPA.
Berikut ini uraian tugas yang telah dilaksanakan kedua tim kerja pengembangan:
(1) Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan
Capaian pengembangan perkamusan dan peristilahan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 ini, yaitu 270 usulan kosakata bahasa daerah Jawa Timur yang telah dikirim ke redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 1200 kosakata Kamus Ungkapan Bahasa Madura, dan penerbitan Kamus Ungkapan Bahasa Madura, Kamus Kesenian Jawa Timur, dan Kamus Kuliner Jawa Timur.
“Selain itu, hasil inventarisasi kosakata bahasa daerah melalui pencarian data di Ngawi dan Bondowoso telah diseminarkan melalui kegiatan Lokakarya Hasil Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah (Jawa dan Madura) pada tanggal 22—24 Juli 2025. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mencari masukan perbaikan dalam rangka mencapai target,” terangnya.
Kegiatan seminar hasil diikuti oleh 50 pesera yang terdiri atas 20 orang dari luar satker dan 20 orang dari satker. Tim Kerja Perkamusan juga telah melaksanakan Lokakarya Hasil Pengolahan Data Kamus (Madura) dengan jumlah peserta 20 orang yang terdiri atas 4 orang penutur bahasa Madura, dan 16 orang dari dalam satker.
Lebih jauh, Puji Retno Hardiningtyas memaparkan bahwa kosakata untuk kamus bahasa daerah ini diinventarisasi dari dua Lokasi, yaitu Bangkalan dan Pamekasan. Kegiatan Sidang Komisi Bahasa Daerah (SKBD) di Provinsi Jawa Timur menghasilkan jumlah entri dari bahasa Jawa dan Madura yang telah diterima sebanyak 270 entri, ditolak 52 entri, dan ditambahkan 13 entri. Entri yang telah diterima selanjutnya akan diusulkan langsung oleh editor dan redaktur KBBI Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur ke dalam KBBI daring.
“Sementara itu, entri yang dikonfirmasi ulang akan diolah kembali dengan informasi terbaru dari penutur jati. Adapun entri yang telah ditolak merupakan entri yang sudah ada konsepnya dalam KBBI dan tidak ada urgensi sebagai penambahan kosakata bahasa Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan Pemutakhiran Data Ensiklopedi Sastra Jawa Timur dilaksanakan melalui proses pengambilan data dan pengolahan data. Penyusunan ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan memutakhirkan informasi tentang tokoh sastra, karya sastra, organisasi sastra, dan peristiwa sastra yang ada di Jawa Timur.
“Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 25—26 Agustus 2025 dan difokuskan pada sastra modern yang berkembang di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan Penyusunan Kamus Ungkapan Bahasa Madura dilaksanakan untuk mengembangkan produk kodifikasi bahasa berupa kamus bahasa daerah yang memuat kosakata lokal agar tidak tergerus zaman,” tegasnya.
Selain itu, pada tahun ini dilakukan pencetakan dan penerbitan Kamus Ungkapan Bahasa Madura, Kamus Kesenian Jawa Timur, dan Kamus Kuliner Jawa Timur.
(2) Tim Kerja BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing)
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan tiga kegiatan utama, yaitu Fasilitasi Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Pemasyarakatan Program BIPA, dan Forum Ilmiah Ke-BIPA-an.
Program Fasilitasi Pengajar BIPA Provinsi Jawa Timur diikuti oleh 24 pengajar BIPA dari 24 lembaga penyelenggara BIPA di Jawa Timur, yaitu:
– Universitas Negeri Surabaya
– Universitas Airlangga
– Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
– Institut Teknologi Sepuluh Nopember
– UIN Sunan Ampel Surabaya
– Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jatim
– Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
– Universitas Muhammadiyah Surabaya
– Universitas Ciputra Surabaya
– Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
– Universitas Surabaya
– Universitas Dr. Soetomo Surabaya
– Universitas Negeri Malang
– Universitas Islam Malang
– Politeknik Negeri malang
– UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
– ISP STIE Malangkuçeçwara
– Universitas Muhammadiyah Malang
– UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
– Universitas PGRI Jombang
– Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo
– UIN Madura
– Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Kegiatan kedua adalah Pemasyarakatan Program BIPA. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sub kegiatan, yaitu:
– Lomba Menyanyi bagi Pemelajar BIPA dan Diseminasi Program BIPA dengan tajuk “Menuju Program BIPA yang Kolaboratif dan Profesional”.
– Lomba Menyanyi diikuti oleh 15 pemelajar dari 6 negara yaitu Amerika Serikat, Jepang, Sudan, Korea Selatan, Malawi, dan Timor Leste.
Kegiatan pemasyarakatan yang kedua adalah Diseminasi Program BIPA dengan tajuk “Menuju Program BIPA yang Kolaboratif dan Profesional”. Kegiatan ini dihadiri 40 peserta dari yang terdiri atas pengajar, pegiat,
penyelenggara BIPA, dan pemangku kepentingan di bidang Ke-BIPA-an dengan menghadirkan tujuh narasumber, yaitu:
– Dr. Puji Retno Hardiningtyas, M.Hum.
– Prof. Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., Guru Besar FBS, UNJ.
– Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.
– Dr. Sigit Priyanto, S.T., M.M.
– Evy Avianasari, S.T., M.M.A.
– Ely Setyowati, S.H.
– Awaludin Rusiandi, M.A.
Kegiatan terakhir adalah Forum Ilmiah Ke-BIPA-an. Kegiatan dengan tajuk “Profesionalisasi Pengajar BIPA: Membangun Karier dan Meraih Kesempatan Global” inimdiikuti oleh 164 pengajar dan pegiat BIPA di Indonesia secara daring. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari 6 negara, yaitu:
– Dr. Puji Retno Hardiningtyas, M.Hum., Kepala
BBP Jawa Timur.
– Dustin Cowell, University of Wisconsin, Madison, USA.
– David Moeljadi, Kanda University, Jepang.
– Marina Frolova, Moscow State University, Rusia.
– Suhailee Sohnui, Chiang Mai University, Thailand.
– Gatut Susanto, Universitas Negeri Malang.

“Disamping itu, untuk mendukung pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik secara masif dan terintegrasi, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menjalin hubungan baik dengan berbagai media massa dalam menyebarkan informasi program dan kegiatan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.
Jumlah pemberitaan sepanjang bulan Januari—Desember 2025, yaitu 50 pemberitaan dari 25 Media, antara lain:
– badanbahasa.kemendikdassmen.go.id
– kemendikdasmen.go.id
– sejuk.id
– abangputih.com
– timesjatim.com
– berita jatim.com
– portaltiga.com
– portaljtv.com
– kabarjatim.com
– tugumalang.id
– malangposcomedia.id
– antara news.com
– kominfojatim
– unej.ac.id
– bojonegarakab.go.id
– bag-organisasi.malangkab.go.id
– infopublik.id
– superradio.co.id
– Radio Malowapati Bojonegoro
– rrisurabaya.co.id
– radarjatim.id
– jatimtimes.com
– halojember.com
– JTV
– TVRI
– blambangan.com
Selain dipublikasikan di berbagai media cetak, kegiatan BBP Jawa Timur juga dipublikasikan di media sosial BBP Jawa Timur. Jumlah unggahan tahun 2025 di media sosial per 17 Desember 2025 berjumlah 1.918 unggahan. Jumlah pengikut saat ini 12.966 pengikut.
C. Tim Kerja Pembinaan
Tim Kerja Pembinaan meliputi empat tim kerja, yaitu (1) Tim Kerja Pembinaan Bahasa dan Hukum, (2) Tim Kerja Literasi, (3) Tim Kerja Penerjemahan, dan Tim Kerja UKBI. Berikut ini penjabaran kerja keempat tim kerja di bawah Ketua Tim Kerja Pembinaan.
(1) Tim Kerja Pembinaan dan Bahasa Hukum
Sepanjang tahun 2025, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur melalui Tim Kerja Pembinaan dan Bahasa Hukum sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan lembaga terfasilitasi layanan profesional kebahasaan dan penutur bahasa terbina. Sebanyak 50 OPD se-Jatim telah mengikuti pendampingan secara luring dan daring. Adapun kegiatannya adalah sebagai berikut:
1. Pengutamaan Bahasa Negara di Lanskap dan Dokumen di Wilayah Malang Raya pada September–Oktober 2025.
2. Peningkatan Kompetensi Kebahasaan bagi Tenaga Administrasi di Lingkungan OPD Pemerintah Kota Pasuruan.
3. Penyegaran Kebahasaan dalam Tata Naskah Dinas bagi Tenaga Administrasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
(2) Tim Kerja Literasi
Pada tahun 2025, Tim Kerja Literasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur telah menyasar 15 komunitas. Sesuai dengan fokus kegiatan ada tahun 2025, yaitu pemberdayaan komunitas yang telah terdata dari tahun 2024 dan 2025, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan kegiatan Pemberdayaan dan Pendampingan Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Sidoarjo yang laksanakan secara luring dan daring.
Tim Kerja Literasi melakukan pembinaan generasi muda dengan melaksanakan tiga jenis program, yaitu Bimbingan Teknis Mengulas Buku bagi Siswa SD di Kabupaten Pasuruan, Peningkatan Kompetensi Membaca Cepat bagi Siswa SMP di Kabupaten Probolinggo, dan Bimbingan Teknis Membaca Kritis dan Analitis bagi Siswa SMA di Kabupaten Jember. Melalui ketiga program unggulan tersebut, tercapai peningkatan pembinaan literasi membaca 708 peserta didikmsebanyak 79,3%.
Inovasi yang dilakukan oleh Tim Kerja Literasi pada tahun 2025 adalah pelaksanaan Pendampingan Penulisan Lisan Pahlawan di Desa Bejijong, Mojokerto. Dalam kegiatan ini 20 anggota masyarakat desa dibina untuk dapat menulis cerita anak yang mengandung tokoh pahlawan setempat. Selanjutnya, peserta akan mendapatkan pendampingan dan hasil karyanya akan diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.
Tahun ini sebanyak 6 komunitas literasi di Provinsi Jawa Timur menerima bantuan pemerintah di bidang literasi melalui program Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Apresiasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2025. Keenam komunitas literasi tersebut adalah GPAN Kediri, Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk (Kopling), Langgar Kawruh Aksari, Perempuan Penulis Padma (Perlima), Rumah Liteasi Ulul Albab, dan TBM Rimbakasenorejo Watukebo. Komunitas literasi tersebut menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi yang menyasar masyarakat setempat.
Pada tahun ini, Tim Kerja Literasi melaksanakan program kemitraan dengan Departemen Bahasa Jepang, Universitas Airlangga dalam penyelenggaraan program Sarasehan Literasi: Penguatan Kesadaran Ekologi bagi Komunitas Taman Bacaan Masyarakat Melalui Komik Tribahasa. Melalui program kerja sama ini dihasilkan Komik Tiga Bahasa (Indonesia, Jawa, Jepang) berjudul Asal-Usul Majapahit. Komik ini merupakan alih wahana dari Antologi Cerita Rakyat Jawa Timur terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Dalam sosialisasi komik ini, dilakukan uji keterbacaan dengan peserta 30 anggota komunitas literasi TBM Paraduta dan mahasiswa Universitas Airlangga. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda lebih mengenal cerita rakyat
Sejumlah lembaga pemerintah dan swasta telah melakukan kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan literasi dan minat baca di Jawa Timur. Komunitas literasi yang telah menjalin kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur adalah:
– Komunitas Read Aloud Provinsi Jawa Timur
– Komunitas Read Aloud Malang Raya
– TBM Paraduta
– GPAN Kediri
– Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk (Kopling)
– Langgar Kawruh Aksari, Perempuan Penulis Padma (Perlima)
– Rumah Liteasi Ulul Albab
– TBM Rimbakasenorejo Watukebo
– Rumah Baca Cinta Cita
– Pustaka Riyuka
– TBM Andisya.
Sementara itu, tembaga pemerintah yang terlibat dalam kemitraan program peningkatan literasi adalah:
– Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo
– Dinas Pendidikan Kabupaten Jember
– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan
– Universitas Airlangga
– Dinas Perpustakaan Kabupaten Gresik
– Universitas Raden Mas Said Surakarta
(3) Tim Kerja Penerjemahan
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 telah menghasilkan 123 produk penerjemahan berupa buku cerita anak dwi bahasa bergambar jenjang C dari target 102 produk. Tahapan kegiatan penerjemahan ini meliputi seleksi naskah, penelaahan, revisi naskah, seleksi penerjemahan, penyuntingan naskah, seleksi ilustrator, pengilustrasian, pengatakan, uji keterbacaan, dan peluncuran.
Seleksi naskah dilakukan dua kali. Tahap pertama menjaring 16 naskah dwibahasa dan tahap selanjutnya menjaring 107 naskah dalam bahasa daerah. Penelaahan dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Penulis bersemuka secara maya dengan penelaah untuk berdiskusi terkait perbaikan substansi naskah. Penulis merevisi naskah sesuai dengan catatan dari penelaah kemudian mengunggah ke Google drive yang sudah disediakan. Tahap selanjutnya adalah seleksi penerjemah dilakukan untuk menjaring 35 penerjemah yang akan menerjemahkan 107 naskah berbahasa daerah.
Saat tahap ini berjalan, penulis masuk ke tahap penyuntingan naskah. Penyuntingan bahasa daerah dan Indonesia dilakukan setelah naskah selesai diterjemahkan. Lalu dilaksanakan seleksi ilustrator. Seleksi ilustrator dilakukan untuk menjaring 41 orang yang akan mengilustrasikan naskah. Tiap ilustrator mengilustrasikan tiga naskah cerita anak. Setelah selesai diiustrasikan, dilanjutkan dengan pengatakan.
Naskah diberikan pada juru cetak untuk menggabungkan teks tulis dan ilustrasi serta menyesuaikan dengan gaya selingkung yang ada. Beberapa naskah yang sudah dicetak kemudian diuji keterbacaannya di tiga sekolah dan tahap akhir adalah peluncuran. Peluncuran produk dilakukan pada tanggal 24 November 2025.
Menurut Puji Retno Hardiningtyas, berdasarkan hasil perhitungan persentase/rasio sesuai Indikator Kinerja Kegiatan(IKK) yang menjadi capaian adalah sebesar 27,35% atau sebanyak 61 buku cerita anak dwi bahasa bergambar termanfaatkan. Buku cerita dimanfaatkan sebagai sarana pemasyarakatan melalui pameran dan gelar wicara di Malang. Selain itu, buku juga dimanfaatkan sebagai bahan kegiatan mengulas buku oleh siswa di Surabaya. Jumlah total 61/223×100%= 27.35%.
Pada tahun ini, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur melaksanakan kemitraan dengan PT Gramedia Pustaka Utama dalam penyelenggaraan kegiatan Pemasyarakatan Produk Terjemahan: Semesta Buku bagi Nusa Membaca. Kegiatan ini digelar pada tanggal 29 September–5 Oktober 2025 di Malang Creative Center (MCC).
“Melalui kegiatan ini sebanyak 113 buku cerita anak dwibahasa terbitan tahun 2024 dimasyarakatkan dan disosialisasikan kepada pengunjung pameran Semesta Buku. Sebanyak 215 pengunjung pameran dapat membaca buku cerita anak di stan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dan mendapatkan sosialisasi terkait kegiatan kebahasaan dan kesastraan,” tandasnya.
(4) Tim Kerja UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia)
Capaian program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) 2 Januari—17 Desember 2025, yaitu 63.670. Rincian peserta UKBI di Provinsi Jawa Timur 2 Januari–30 November 2025 adalah:
– 151 siswa SD
– 13489 siswa SMP
– 1112 siswa MTs
– 26640 siswa SMA
– 15316 siswa SMK
– 362 siswa MA
– 5681 mahasiswa
– 618 guru
– 101 kepala sekolah
– 44 dosen
– 2 sekretaris
– 21 ASN
– 3 juru bahasa
– 92 umum atau kalangan profesional lainnya
– 28 dan lain-lain.
Capaian PNBP UKBI Provinsi Jawa Timur adalah Rp 655.000.000,00.
4. Penghargaan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur
Terakhir, Puji Retno Hardiningtyas menambahkan bahwa pada tahun 2025 ini, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur mendapat penghargaan baik dari Kemendikdasmen, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa maupun dari instansi mitra kerja.
Berbagai prestasi yang diraih, di antaranya Satker Terbaik Indeks Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025 dari Biro Organisasi dan SDM, Kemendikdasmen, Satker Kategori Informatif Tahun 2025 dari BKHM Kemendikdasmen, Satker dengan Nilai SAKIP, serta penghargaan dari berbagai mitra kerja yang dapat dirincikan sebagai berikut.
Nama/Jenis Penghargaan dan Lembaga Pemberi Penghargaan:
1 Penghargaan Kerja sama pelaksanaan sosialisasi, simulasi, dan tes UKBI dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.
2 Penghargaan Kerja sama pelaksanaan sosialisasi, simulasi, dan tes UKBI dari Universitas PGRI Wiranegara.
3 Penghargaan Kemitraan dan fasilitasi dalam
kegiatan Peningkatan Kompetensi Membaca Cepat bagi Siswa SMP di Kabupaten Jember dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
4 Penghargaan Kemitraan dan fasilitasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis Membaca Kritis dan Analitis bagi Siswa SMA di Kabupaten Probolinggo, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo.
5 Penghargaan Kemitraan dan fasilitasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis Cerdas Mengulas Buku bagi Siswa SD di Kabupaten Pasuruan, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan.
6 Penghargaan Kemitraan dalam Bimbingan Teknis Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah Jawa Wilayah Surabaya, dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
7 Penghargaan Kemitraan dalam Bimbingan Teknis Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah Jawa Dialek Osing Banyuwangi, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.
8 Penghargaan Kemitraan dan fasilitasi kegiatan Pendampingan/Studi Banding Rumah Baca Cinta Cita, dari Komunitas Literasi Kabupaten Lamongan.
9 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan 10 Tahun Kampoeng Batara dalam Hikayat Bambu Papring 2025, dari Kampoeng Batara Banyuwangi.
10 Penghargaan Mitra program magang Prodi Bahasa Inggris, dari Politeknik Negeri Jember.
11 PenghargaanMitra program kerja sama UKBI dan BIPA, dari SMA Xin Zhong.
12 Penghargaan Fasilitasi narasumber program Sinau Boso Jowo, dari RRI Pro4 FM Surabaya.
13 Penghargaan Kerja sama dan kemitraan UKBI, dari FKIP Universitas PGRI Sumenep.
14 Penghargaan Kemitraan Bimtek Guru Master RBD Madura Wilayah Bangkalan, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.
15 Penghargaan Kemitraan Bimtek Guru Master RBD Madura Wilayah Sampang, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.
16 Penghargaan Kemitraan Bimtek Guru Master RBD Madura Wilayah Gresik, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
17 Penghargaan Kemitraan Bimtek Guru Master RBD Madura Wilayah Bangkalan, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
18 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan Public Lecture dengan tema “Membaca Literasi, Menulis Riset: Sinergi antara Kajian Literasi dan Literatur Reviu”, dari Prodi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta.
19 Penghargaan Kemitraan Bimtek Guru Master RBD Dialek Osing Wilayah Situbondo, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo.
20 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan gelar wicara “Teknik Mendongeng & Membaca Nyaring bagi Komunitas Literasi” di Malang Creative Center (MCC), dari Rumah Baca Pustaka Riyuka.
21 Penghargaan Mitra Kerja dalam Acara Semesta Buku pada Tanggal 26 September-5 Oktober 2025 di Malang Creative Center (MCC) Lt. 7., dari Gramedia Kayutangan Malang.
22 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan Lomba Meresensi Buku Tingkat SMP Kota Surabaya dalam rangka Peringatan Bulan Bahasa Tahun 2025, dari MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya.
23 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah Bahasa Madura Wilayah Pamekasan, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan.
24 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah Bahasa Madura Wilayah Sumenep, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
25 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Guru Master RBD Bahasa Jawa Wilayah Sidoarjo, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
26 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Guru Master RBD Bahasa Madura Kabupaten Pamekasan, dari Yayasan Pakem Maddhu.
27 Penghargaan Kemitraan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Guru Master RBD Bahasa Madura Kabupaten Pamekasan, dari MGMP Bahasa Madura SMP, Pamekasan.

“Prestasi atau penghargaan tersebut merupakan bukti nyata komitmen Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan pelayanan serta tugas dan fungsinya secara efektif dan berkelanjutan, baik dalam hal kelembagaan maupun inovasi layanan kepada masyarakat luas,” pungkas Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum.
5. Kata Tahun Ini
Kata tahun ini diambil dari kosakata kuliner
bahasa daerah (Jawa, Jawa dialek Osing, dan Madura) yang telah terdaftar dalam Kamus Kasadajatim dan mendapat banyak respons di media sosial Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur melalui rubrik Kasada (Kamus Bahasa Daerah) yang ditayangkan setiap Jumat—Sabtu.
Berikut adalah tiga kosakata kuliner tersebut dari Kosakata, Bahasa dan Definisi:
1. Kosakata: Jenang Jubung.
Bahasa: Jawa.
Definisi: Jenang khas Gresik yang dibuat dari campuran tepung ketan hitam, gula pasir, dan santan, dimasak, setelah matang dimasukkan dalam klobot berbentuk silinder (ope) dan ditaburi wijen yang sudah disangrai.
2. Kosakata: Bekamal.
Bahasa: Jawa-Dialek Osing.
Definisi: Daging sapi yang difermentasi bersama
rempah-rempah di dalam kendil atau stoples.
3. Kosakata: Topak Mi.
Bahasa: Madura.
Definisi: Makanan khas Sampang yang berbahan ketupat, mi, taoge, dan tahu, disajikan dengan siraman kuah petis encer.