Anas Urbaningrum Soroti Penurunan Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo, Beri Lima Saran Strategis

[Catatan kritis terkait terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto oleh Anas Urbaningrum yang diunggah melalui akun medsosnya]

Jakarta | PressDemocracy.com – Politisi senior Anas Urbaningrum memberikan catatan kritis terkait jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya, Anas menyoroti adanya tren penurunan tingkat kepuasan masyarakat (approval rating) yang dinilainya cukup mengkhawatirkan.

​Menurut pandangan Anas, penurunan ini menjadi perhatian serius mengingat masa pemerintahan belum genap berjalan dua tahun. Hal ini kontras dengan modal awal dukungan publik yang sangat tinggi saat Prabowo Subianto pertama kali dilantik sebagai presiden.

​”Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating Pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan. Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap 2 tahun, dengan modal awal yang (sangat) tinggi,” tulis Anas dalam unggahannya, Jumat (31/07/2026).

​Untuk mendongkrak kembali kepercayaan publik, Anas Urbaningrum merumuskan lima poin saran strategis untuk diperhatikan oleh pemerintah:

– ​Pertama, Kembali ke Janji Kampanye dan Efisiensi Anggaran. Anas menyarankan pemerintah untuk kembali fokus memenuhi janji-janji kampanye yang eksplisit. Di tengah kondisi ketersediaan anggaran yang dinilainya relatif terbatas (cupet), ia meminta pemerintah menghentikan manuver berupa kreasi program baru yang cenderung dadakan dan bersifat ad hoc.

– ​Kedua, Konsolidasi Kabinet yang Utuh. Anas menekankan pentingnya konsolidasi kerja agar pemerintahan benar-benar bersatu. Ia mencium adanya kesan sepintas mengenai adanya pihak yang “diutamakan” dan “dinomorduakan” dalam personil kabinet. Menurutnya, hal ini harus segera diselesaikan agar kabinet bergerak bersama dalam satu irama kerja di bawah kepemimpinan Presiden.

– ​Ketiga, Perbaikan Komunikasi Publik. Pemerintah diminta memperbaiki komunikasi publik dengan lebih proaktif memproduksi isu positif ketimbang hanya menanggapi atau mengklarifikasi masalah. Anas mengingatkan agar hal-hal yang berpotensi memunculkan kontroversi dan kesalahpahaman ditekan sedini mungkin, karena cenderung menggerus kepercayaan publik.

– ​Keempat, Genjot Kinerja Sektor Riil. Anas meminta fokus khusus pada hal-hal yang terkait langsung dengan hajat hidup orang banyak, seperti ketersediaan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, kecepatan pelayanan, serta jaminan rasa aman bagi warga.

– ​Kelima, Rampingkan Struktur Kabinet. Poin terakhir yang disoroti Anas adalah perlunya perampingkan struktur kabinet. Menurutnya, postur kabinet yang terlalu gemuk menyulitkan konsolidasi dan koordinasi. Kabinet yang ramping akan lebih gesit dan memudahkan pembangunan citra kerja keras serta efisiensi.

​Anas mengkhawatirkan kondisi saat ini di mana Presiden bekerja sangat keras, namun tidak diikuti oleh seluruh jajarannya.

“Kabinet yang terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan: Presiden lari kencang, kerja sangat keras, tetapi ada sebagian dari ‘Keluarga Besar Kabinet’ hanya bekerja sekadarnya,” cetus Anas.

​Menutup pernyataannya, Anas menegaskan bahwa rakyat sangat berharap kinerja pemerintah semakin membaik, yang nantinya akan tercermin pada angka kepuasan publik yang juga membaik.

​”Ayo Pak Presiden, bisa!,” pungkas Anas sembari memberikan semangat.

Don`t copy text!